Edit Content
Click on the Edit Content button to edit/add the content.

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Warisan Arsitektur Muslim Kontemporer

Masjid Kubah Emas - instagram.com/@ssci.bogordepok

Masjid kubah emas atau nama resminya adalah Masjid Dian Al-Mahri adalah sebuah ikon arsitektur Islam modern yang paling menarik di Indonesia. Masjid ini terletak di Depok, Jawa Barat, dimana masjid ini tidak hanya berdiri megah sebagai pusat ibadah saja. Namun juga sebagai warisan yang sangat indah dan bukti nyata peradaban Islam kontemporer. Ide pembangunan masjid ini dimulai dari seorang pengusahan asal Banten, yakni Dian Djuriah Rais. Kemudian pembangunan dimulai pada tahun 2001, serta diresmikan dan dibuka untuk umum pada tahun 2006. Masjid ini didirikan bertujuan sebagai rasa syukur dan menjadi amal jariyah yang sangat bermanfaat untuk setiap masyarakat disana.

Masjid Kubah Emas mempunya lahan yang sangat luas, ini lah yang membuatnya menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara. Arsitekturnya yang megah menjadi salah satu titik visual dan menarik perhatian publik, sehingga menjadi tempat destinasi wisata religi populer. Desain arsitektur yang diterapkan pada masjid ini didominasi dengan gaya arsiyektur Timur Tengah, mirip dengan masjid-masjid di kawasan Teluk. Dimana pada masjid-masjid tersebut menerapkan sentuhan Maroko dan India. Elemen yang paling menonjol dari Masjid Dian Al-Mahri adalah keterbukaan, penggunaan halaman yang luas dan material yang digunakan kualitas tinggi.

Kemegahan dan Filosofi Masjid Kubah Emas

Kubah masjid adalah salah satu titik visual yang menarik pada Masjid Dian Al Mahri, sebuah kubah besar yang dikelilingi oleh empat kubah kecil. Dan semua material kubah tersebut dilapisi emas 24 karat, penggunaan material tersebut memberikan dampak visual yang sangat luar biasa. Dimana material tersebut memancarkan cahaya keemasan yang dibawah sinar matahari yang bermakna kemuliaan dan keagungan Islam. Bentuknya yang bulat sempurna dan melengkung khas Timur Tengah memperkuat kesan yang tenang dan spiritualis.

Pada interior masjid didominasi dengan hiasan kaligrafi yang detail dan indah dengan ukiran mozaik. Lantai marmer yang dingin material impor dari Italia, serta lampu kristal besar yang bergantung, membuat pencahyaan alami pada ruangan. Hiasan-hiasan tersebut dirancang untuk mendukung khusyuknya para umat dalam beribadah. Selain itu, ukiran-ukiran kaligrafi juga menghiasi bagian utama kubah masjid yang mengelilinginya hingga puncak. Hal ini menegaskan dan bersimbol pesan-pesan tauhid, yakni keesaan Allah.

Baca juga: Masjid Agung Tuban: Pesona Arsitektur Jawa dan Kaidah Bangunan Islami

Selain kubah masjid, tempat beribadah ini mempunyai lima menara yang bermakna lima rukun Islam. Menara-menera tersebut menjulang tinggi dan dihiasi dengan mozaik emas, sehingga menciptakan visual yang selaras dengan kubah utama. Arsitektur yang diterapkan pada tempat beribadah ini berhasil melakukan perpaduan dengan gaya tradisional, melalui kaligrafi dan ornamen geometris dengan teknologi bangunan modern.

Fasilitas-faslitas pendukung yang lain, seperti ruang pertemuan Convertion Hall, dan area wudhu sangat luas. Hal ini semakin menegaskan bahwa fungsi dari tempat ibadah ini sebagai Islamic Center. Sejarah pembangunan tempat ibadah yang menarik dengan penerapan arsitektur yang menawan menjadikan tempat ibadah ini sebagai salah satu warisan seni Islam kontemporer yang berharga di Indonesia. Apalagi terdapat banyak titik visual yang memanjakan mata, serta mendukung fungsi masjid sebagai ibadah yang memberikan kesan tenang dan damai.

Jadi, Masjid Dian Al Mahri melampaui fungsi utamanya sebagai para umat untuk ibadah. Ia adalah sebuah monumen mahakarya yang menampilkan kekayaan materi dan seni dapat dipadukan untuk kepentingan agama. Setiap desain dari hiasan-hiasan yang diterapkan menegaskan bahwa fisik masjid adalah manifestasi dari keindahan ajaran Islam itu sendiri. Dan tempat ibadah ini adalah simbol nyata, perpaduan antara agama yang mendalam dengan kemajuan estetika kontemporer.

Share Post :