Edit Content
Click on the Edit Content button to edit/add the content.

Ikoniknya Masjid Istiqlal Jakarta: Filosofi Arsitektur dan Rahasia Kubah Tunggal

Masjid Istiqlal Jakarta - instagram.com/@alivikry

Masjid Istiqlal Jakarta memiliki makna Masjid Kemerdekaan, jadi tidak heran jika beberapa orang menyebutkan bukan hanya sebagai masjid terbesar yang ada di Asia Tenggara. Tapi masjid ini juga sebuah monumen bersejarah dalam islam bagi Bangsa Indonesia. Didirikannya tempat beribadah islam ini sebagai rasa syukur atas Kemerdekaan, dengan desain yang megah dan modern. Arsitektur tempat beribadah ini adalah karya dari seorang arsitektur Friedrich Silaban yang menang dari sebuah kompetisi di kala itu. Jika membahas masjid istiqlal, tentunya harus menelusuri lebih dalam bagaimana sebuah bangunan dapat mewujudkan spiritualitas dan sejarah pada detail arsitekturnya.

Arsitektur modern adalah ciri khas dari Masjid Istiqlal Jakarta dimana hal ini memiliki prinsip yang menekan kemurnian Tauhid. Serta desain yang diterapkan dicirikan oleh kesederhanaan yang kuat, ornamen yang minim dan tidak berlebihan, dan penggunaan material yang kokoh. Penggunaan material-material ini mencerminkan penolokan terhadap pemborosan dan kemegahan bangunannya yang mengalihkan fokus. Jadi secara keseluruhan kembali pada fungsi utama masjid sebagai baitullah dan tempat sujud yang optimal. Dimana, umatnya hanya fokus kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Filosofi Angka dalam Arsitektur Masjid Istiqlal Jakarta

Setiap elemen yang diterapkan pada masjid agung Jakarta memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan ibadah/islam dan sejarah. Hal ini adalah bentuk syiar Islam yang terikat kuat dengan identitas kebangsaan, sebuah pendekataan yang mulia untuk mengingatkan umat:

  1. 5 lantai utama: Melambangkan lima rukun islam dan kejawiban shalat lima waktu, sebagai tiang penegak agama
  2. 1 Menara Tunggal: Menara yang berdiri dan menjulang tinggi melambangkan Tauhid, yakni keesaan Alllah Subnahu wa ta’ala. Menara tersebut setinggi 66.66 meter, hal ini dikaitkan dengan jumlah ayat Al-Qur’an
  3. 12 Pilar Penopang: pilar-pilar yang menopang pada ruang utama kubah ini bermakna tanggal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (12 Rabiul Awal), sekaligus jumlah bulan dalam setahun hijriah

Elemen-elemen yang diterapkan tersebut adalah tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga dapat membuat setiap jamaah merenungkan serta meningkatkan keimanan dan kesadaran spiritual setiap pengunjung.

Rahasia Kubah Masjid Istiqlal

Salah satu elemen yang paling mencolok pada masjid ini adalah kubah masjid, desainnya mempunya rahasia historis berukuran 45 meter. Angka ini bukan hanya sebuah kebetulan, tapi angka ini bersimbol tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 1945.

Selain menjadi pemersatu visual di cakrawala kota, kubah masjid tunggal yang monumental ini berfungsi sebagai simbol kesatuan umat yang bernanung dibawah naungan rahmat Allah. Kemudian pada bagian interior, permukaan kubah masjid dihiasi kaligrafi yang indah berupa ayat-ayat suci Al-Qur’an, contohnya surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas, dimana surat-surat ini mempertegas pesan utama tentang Tauhid.

Peran Istiqlal sebagai Simbol Toleransi dan Syiar Abadi

Selain memiliki simbol kemerdekaan, masjid agung ini memiliki simbol lain yakni simbol toleransi dan syiar abadi. Apalagi dikarenakan lokasinya yang berhadapan langsung dengan Gereja Katedral Jakarta, sehingga mencerminkan ajaran islam tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Sebagai masjid agung, tentunya perawatan dan pemeliharaan arsitekturnya sangat cermat. Termasuk dengan arsitektur kubah masjidnya yang ikonik, itu menjadi tanggung jawab yang besar.

Dari desain arsitektur istiqlal, mengajarkan kita bahwa kemegahannya harus beriringan dan berkaitan dengan kedalaman spiritual. Masjid kokoh yang bersimbol arti kemerdekaan dan harus diisi dengan kemakmuran ibadah, serta menyiarkan nilai-nilai Islam yang berlandas Tauhid.

Share Post :