Setiap bangunan pastinya akan terjadi penurunan kualitas seiring waktu, begitu pula dengan kubah masjid. Material kubah semakin tua dan kualitas pun menjadi semakin menurun dan hal tersebut merusak nilai estetikanya. Tak hanya merusak nilai estetika, tapi penurunan kualitas juga dapat membahayakan struktur dibawahnya, contohnya menyebabkan kebocoran hingga menganggu kekhusyukan ibadah. Oleh sebab itu, kerusakan yang seperti ini wajib untuk dihindari, karena mengabaikan kerusakan tersebut adalah bentuk kelalaian yang bisa berujung ke masalah yang lebih besar nantinya.
Kubah masjid yang sudah menunjukkan gejala kerusakan yang serius wajib segera diganti, jadi gantilah ke material yang lebih bagus dan tepat untuk jangka panjang. Apalagi mengingat pentingnya menjaga bagian atas masjid tetap utuh, menarik, sehingga umat tidak terganggu. Jadi, pilihlah material-material yang ringan, kuat, dan minim perawatan karena ini adalah solusi yang terbaik. Jadi perhatikan lagi lebih seksama beberapa tanda utama untuk mempertimbangkan mengganti bagian atas masjid sebelum kerugian semakin besar:
5 Tanda Kubah Masjid Anda Wajib Diganti
Retak Rambut dan Retak Struktur Parah
Tanda pertama ini adalah tanda yang paling jelas, dan biasanya ini terjadi pada material kubah beton. Retakan-retakan kecil tersebut menjadi jalur air dan retakan yang ebsar mengancar kekuatas struktural.
Kebocoran Intensif
Jika saat hujan airnya menembus kubah dan membasahi plafon atau dinding tentunya itu menjadi masalah yang serius. Jika hal tersebut terjadi, tidak selesai dengan merusak nilai estetika pada bagian atas masjid, tapi juga akan memicu tumbuhnya jamur dan membahayakan instalasi listri.
Warna dan Lapisan Mengelupas Parah
Warna cat memudar dan mengelupas parah menandakan perlindungan terhadap material kubah sudah hilang. Jika berbahan logam nantinya akan rentan terjadinya korosi atau jika berbahan beton akan menimbulkan keropos.
Muncul Jamur dan Lumut
Air hujan yang menembus bagian atas masjid dan membuatnya menjadi lembab akan memicu tumbuhnya lumut dan jamur pada permukaan kubah. Hal ini menandakan bahwa pori-pori material yang digunakan pada bagian atas masjid sudah terbuka dan rentan menampung air.
Biaya Perawatan Tahunan yang Tidak Efisien
Pemilihan material yang tahan lama tidak akan membuat biaya perawatan tahunan menjadi sangat besar dan tidak efisien. Jadi itu adalah tanda yang paling terlihat untuk mengubah material bagian atas masjid yang lebih baik dan lebih tahan lama, sehingga tidak ada biaya yang membengkak tiap tahunnya.
Mana Pilihan Terbaik: Kubah GRC vs Kubah Galvalum?
Galvalum adalah satu satu pilihan material yang populer dan banyak digunakan pada masjid-masjid saat ini. Keunggulan dari material ini terletak pada bobotnya yang sangat ringan, pemasangan yang cepat, dan harga terjangkau. Material ini memiliki kemampuan tahan karat dan perubahan suhu. Jadi produk ini adalah material yang meminimalkan beban struktur bangunan dan efisiensi waktu pengerjaan
Sementara itu, Kubah GRC (Glassfibre Reinforced Cement) memiliki keunggulan pada kemampuan dalam mencetak ornamen kaligrafi dan motif islami yang sangat detail. Akan tetapi, bobot dari jenis kubah ini lebih berat jika dibandingkan material sebelumnya. Tapi, kubah GRC lebih ringan bobotnya jika dibandingkan dengan beton konvensional. Pilihan ada ditangan Anda karena setiap material kubah ini memiliki keunggulannya masing-masing dan pilihannya juga didasarkan pada prioritas.
Kesimpulan dan Penutup
Mengganti bagian atas masjid yang rusak adalah bagian dari menjaga keutuhan tempat beribadah para umat. Semoga keputusan yang diambil oleh pengurus masjid dalam memilih bagian atas masjid yang terbaik dicatat sebagai amal jariyah.